KCH, Senin, 22 Juli 2024 – Uskup Maumere membuka pertemuan evaluasi program pastoral tengah tahun 2024 dengan menekankan pentingnya kerendahan hati dalam proses evaluasi. Kegiatan Evaluasi Pastoral & Anggaran Tengah Tahun 2024 berlangsung dari hari senin 22 – Rabu 24 Juli 2024. Diakon Ono Soba memulai acara dengan ibadat pembuka yang menekankan pentingnya momen evaluasi sebagai waktu untuk memperbaiki kegagalan masa lalu dan memulai sesuatu yang baru.
Pentingnya Monitoring dan Evaluasi
Dalam sapaan yang disampaikan, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu menyatakan bahwa pencarian kesempurnaan tidak akan pernah berakhir, dan monitoring menjadi kesempatan untuk memantau pencapaian serta kerja yang telah dilakukan. Beliau menekankan bahwa evaluasi dan monitoring merupakan agenda rutin namun bukan membosankan. Evaluasi harus berangkat dari kenyataan pastoral, dan proses perubahan harus dimulai dari komunitas terkecil. Data umat dan kenyataan sosial menjadi dasar penting dalam konteks pastoral.
RD. Domi Dange, sebagai Steering Committee (SC), menekankan pentingnya proses pembelajaran dan kebersamaan dalam kegiatan evaluasi ini. RD. Fanci, Organizing Committee (OC), melaporkan kehadiran peserta yang mencapai 195 orang dari total 205 undangan.
Analisis Hasil Evaluasi Pastoral
RD. Dr. Wilfrid Valiace memimpin sesi analisis hasil rangkuman paroki dan KOMBILEM, mencatat beberapa kelemahan dalam laporan evaluasi sebelumnya. Beliau menguraikan arah dasar pastoral dan renstra menuju transformasi sosial yang diambil dari sinode 2012 dan 2022.
Evaluasi kegiatan pastoral dari Januari hingga Juni 2024 dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Beberapa catatan kritis mencatat adanya problem “titik api” di tangan pastor, budaya klerikalisme yang menghambat karya pastoral, dan kurangnya pemahaman tentang renstra di kalangan pelayan pastoral.
Rekomendasi dan Pertanyaan Informasi
Beberapa rekomendasi yang disampaikan termasuk komitmen para pastor sebagai agen transformasi sosial, pelatihan manajemen renstra, dan proaktif dalam membangun jejaring dengan berbagai lembaga. Sumber dana untuk karya pastoral diupayakan dari luar keuangan paroki dan keuskupan.
Ibu Yansi dan Pa Hubert mengajukan pertanyaan tentang kualitas renstra dan keberlanjutan program. Romo Domi menyatakan bahwa meski ada kelemahan metodologi, ada juga keberhasilan yang bisa dijadikan pembelajaran.
Nobar dan Pertemuan Tim
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi NOBAR (nonton bareng) cerita transformasi program pastoral tengah tahun 2024, makan malam, dan pertemuan tim SC dan OC untuk mendiskusikan langkah selanjutnya.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen yang kuat dari keuskupan Maumere untuk terus berbenah dan bertransformasi demi pelayanan pastoral yang lebih efektif dan relevan bagi umat.